Banjar Manis, 29 Januari 2025 — Dalam rangka memperingati peristiwa suci Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H, masyarakat Pekon Banjar Manis, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, menggelar acara peringatan Isra Mi’raj yang berlangsung khidmat di Masjid Baiturrohman Pekon Banjar Manis pada Rabu siang, 29 Januari 2025.
Acara keagamaan ini dihadiri oleh Kepala Pekon Banjar Manis yang diwakili oleh Bapak Syamsuri, selaku Kepala Dusun 3 Pekon Banjar Manis, serta turut dihadiri oleh para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Pekon Banjar Manis. Peringatan Isra Mi’raj tahun ini juga menghadirkan Ustaz Arya Dilah sebagai penceramah utama, yang menyampaikan tausiah penuh makna kepada para jamaah.
Dalam sambutannya, Bapak Syamsuri mewakili Pemerintah Pekon Banjar Manis menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir untuk memperingati salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam tersebut.
“Melalui momentum Isra Mi’raj ini, mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga agar tercipta kehidupan masyarakat Pekon Banjar Manis yang harmonis dan religius,” ujarnya.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustaz Arya Dilah menyampaikan pesan tentang pentingnya meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan hikmah dan pelajaran hidup. Beliau menekankan makna perintah shalat lima waktu yang diterima Nabi dalam peristiwa Isra Mi’raj sebagai kewajiban utama bagi umat Islam serta sarana untuk memperkuat hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta.
Kegiatan peringatan ini berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Warga dari berbagai lapisan masyarakat memadati Masjid Baiturrohman untuk bersama-sama memperingati Isra Mi’raj. Selain mendengarkan ceramah, para jamaah juga mengikuti doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh warga Pekon Banjar Manis.
Pemerintah Pekon Banjar Manis menyampaikan harapan agar kegiatan keagamaan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun, tidak hanya sebagai bentuk peringatan sejarah Islam, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat.